Menggali Karya Van Gogh 'Thatched Cottages in Chaponval' Oleh: Hamid Nabhan
Vincent van Gogh tiba di Auvers-sur-Oise pada bulan Mei 1890 setelah keluar dari rumah sakit jiwa Saint-Remy-de-Provence. Dalam waktu sekitar dua bulan terakhir hidupnya, ia bekerja dengan kecepatan luar biasa dan menghasilkan lebih dari 70 karya, termasuk Thatched Cottages in Chaponval yang dibuat pada Juli 1890.
Pada masa itu, Van Gogh ingin menangkap keaslian kehidupan pedesaan Prancis yang masih belum tersentuh kemajuan modern. Chaponval adalah sebuah daerah kecil di dekat Auvers yang juga pernah digambarkan oleh seniman lain seperti Cezanne, Monet, dan Rousseau. Seniman lain seperti Cezanne lebih fokus pada bentuk dan struktur alam, Monet pada efek cahaya, dan Rousseau pada nuansa mistis alam pedesaan. Namun Van Gogh justru melihat keindahan dalam kesederhanaan, ia memilih untuk menyoroti rumah-rumah sederhana bahkan terkesan kumuh milik masyarakat petani lokal, yang ia gambarkan seolah-olah tumbuh dari tanah itu sendiri.
Beberapa minggu setelah menyelesaikan lukisan ini, Van Gogh meninggal pada tanggal 29 Juli 1890. Lukisan ini kemudian menjadi salah satu karya terakhirnya yang mencerminkan cinta dan perhatiannya pada kehidupan pedesaan.
Saat ini, Thatched Cottages in Chaponval disimpan di Kunsthaus Zurich, Swiss. Karya ini diberikan sebagai warisan dari Dr. Hans Schuler pada tahun 1920 dan menjadi salah satu koleksi penting museum tersebut. Kunsthaus Zurich adalah salah satu museum seni terbesar di Swiss yang menyimpan banyak karya seni penting dari berbagai periode, termasuk karya-karya besar dari pelukis impresionis dan pasca-impresionis seperti Van Gogh.
Lukisan ini pernah hilang selama beberapa periode setelah dibuat. Detail pasti mengenai kapan dan bagaimana ia hilang belum sepenuhnya tercatat secara rinci, namun karya ini akhirnya ditemukan kembali dan kemudian masuk ke dalam koleksi pribadi sebelum diberikan ke Kunsthaus Zurich. Kisah perjalanan karya ini menjadi bagian dari sejarah panjang karya-karya Van Gogh yang banyak mengalami pergantian pemilik, bahkan beberapa di antaranya hampir hilang selamanya sebelum akhirnya diakui sebagai mahakarya.

Komentar
Posting Komentar